Pembacaan Alkitab Tgl 23 Oktober 2018

1 Raja-raja 2

– Daud memberikan nasihat-nasihat terakhirnya untuk Salomo sebelum ia meninggal, supaya kerajaan Salomo dapat menjadi kokoh. Nasihat yang pertama adalah agar Salomo berani menanggung apa yang perlu dia pikul sebagai raja, seorang yang kuat & memulai panggilannya menjadi seorang raja walaupun tanpa penyertaan Daud. Ini nasihat yang sangat penting dari seorang ayah kepada anaknya. Suatu saat sang ayah akan mati & anak itu harus sanggup memikul beban panggilannya sendiri walaupun tidak ada lagi bimbingan dari ayahnya. Inilah nasihat yang indah.

– Daud juga mengajarkan kepada Salomo untuk mengikuti firman Tuhan, yaitu Taurat Musa. Inilah rahasia kesuksesan Daud sebagai raja. Dia bukanlah raja yang paling cerdas dalam strategi perang. Dia juga bukan raja yang paling berani, berkali-kali ia menyatakan ketakutannya di dalam mazmur-mazmurnya. Tetapi karena dia menaati Taurat, itulah sebabnya dia menjadi raja yang terus dipimpin & diberkati Tuhan.

– Hikmat sejati hanya ada pada firman Tuhan. Kiranya firman Tuhan menjadi otoritas paling tinggi dalam hidup kita & kebenaran firmanlah yang kita dengarkan lebih daripada pengertian-pengertian dari dunia ini. Biarlah kebenaran firman Tuhan mencelikkan mata kita untuk melihat segala hal yang ada di dalam dunia ini dengan tepat & sifat-sifat Tuhan membuat kita memiliki karakter yang agung.

– Salomo harus hidup dengan setia di hadapan Tuhan supaya janji Tuhan bisa diterimanya. Kesetiaan mengikuti Tuhan berarti konsisten di dalam menaati, mengasihi & mengikuti Tuhan. Salomo harus tetap setia dengan segenap hati & segenap jiwa serta tidak boleh berbelok ke kiri & ke kanan.

– Hal berikutnya adalah penghukuman bagi Yoab yang telah membunuh Abner & Amasa, dua panglima Israel yang besar. Sebelumnya Daud tidak menghukum Yoab. Daud sering kali gagal membrikan hukuman, terutama kepada orang-orang dekatnya. Ini adalah kelemahannya yang membiarkan orang-orang, terutama orang-orang yang dikasihinya tidak dihukum, sehingga justru menjerumuskan mereka ke dalam kefasikan yang lebih besar.

– Tetapi di sisi lain ini adalah kelebihan Daud di mana kita melihat adanya contoh untuk memahami kasih pengampunan Allah.

– Daud mengingatkan Salomo agar membereskan apa yang dia tidak sanggup lakukan. Salomo harus bertindak terhadap orang-orang ini agar kerajaannya bebas dari hutang darah apa pun. Hutang darah karena tidak menghukum orang yang bersalah.

– Biarlah keadilan Tuhan juga menjadi kerinduan kita. Walau kita bukanlah Salomo atau penegak hukum yang dapat menghukum orang-orang fasik. Tetapi kita bisa terus mendoakan agar kejahatan, ketidakadilan & segala bentuk kekacauan di tengah-tengah dunia dapat berkurang.

– Biarlah kita juga belajar membedakan balas dendam dengan keadilan. Kita diajari mengasihi musuh kita, tetapi juga harus mengasihi keadilan. Demi kesucian Tuhan mereka yang bersalah melanggar hukum & merugikan orang lain harus menerima konsekuensinya.

– Daud juga meminta Salomo bertindak tegas kepada Simei yang telah menghina orang yang diurapi Tuhan. Biarlah hal ini membuat kita sadar untuk tidak main-main dalam berelasi dengan Tuhan. Biarlah kita memberikan hormat sebagaimana yang patut kita beri kepada Allah.

– Meskipun hukuman dunia tidak mengancam kita, tetapi kebencian Tuhan terhadap dosa yang menghina kekudusan Tuhan haruslah menjadi kekuatan yang cukup bagi kita untuk membenci dosa-dosa. Biarlah kita memandang hormat Allah Tritunggal & segala hal yang berkaitan dengan kemuliaan Allah.

– Terakhir, Salomo harus mengingat siapa yang pernah berjasa lalu membalas jasa baik mereka. Kerajaan Salomo tidak akan kokoh kalau dia tidak tahu bagaimana menghargai orang benar. Barzilai & keluarganya adalah orang-orang benar yang menghormati & melayani raja yang diurapi Tuhan pada saat Daud sedang dalam pelarian. Sebab itu Daud meminta Salomo juga mengasihi keluarga Barzilai.

– Ucapan syukur kepada Tuhan atas berkatNya harus mencakup ucapan syukur kepada saluran berkatNya tersebut. Kita akan menjadi orang-orang yang tidak tahu diri kalau kita tidak tahu bagaimana menghargai orang-orang yang Tuhan sudah pakai untuk menyalurkan berkatNya kepada kita. Kita harus tahu bagaimana membalas kebaikan orang.

– Inilah hal-hal yang Daud ingatkan untuk mempertahankan kokohnya kerajaan Salomo. Semuanya tidak ada kaitan dengan dendam pribadi atau ucapan terima kasih pribadi Daud. Semua ini berkaitan dengan berkat Tuhan bagi Israel.

– Setelah mengucapkan nasihatnya, Daud pun mati & meninggalkan kerajaan yang sangat kokoh bagi Salomo. Daud dikenal sebagai raja yang paling diperkenan Tuhan di dalam sepanjang sejarah bangsa Israel. Seperti Daud, biarlah hidup kita juga boleh berkenan kepada Tuhan, hidup yang benar & adil, didasari dengan takut akan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *